Yohanes | Tujuan dan Survai (Pendahuluan/Pengantar) |
Tujuan
~~~~~~
Yohanes menyatakan tujuannya untuk tulisannya dalam Yoh 20:31, yaitu
"supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh
imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya." Naskah kuno Yunani dari Yohanes
memakai satu dari dua bentuk waktu untuk kata Yunani yang diterjemahkan
"percaya" (Yoh 20:31): yaitu _aorist subjunctive_ ("sehingga kamu dapat
mulai mempercayai") dan _present subjunctive_ ("sehingga kamu dapat terus
percaya"). Jikalau Yohanes bermaksud yang pertama, ia menulis untuk
meyakinkan orang yang tidak percaya untuk percaya kepada Tuhan Yesus Kristus
dan diselamatkan. Kalau yang kedua, Yohanes menulis untuk menguatkan dasar
iman supaya orang percaya dapat terus percaya kendatipun ada ajaran palsu,
dan dengan demikian masuk dalam persekutuan penuh dengan Bapa dan Anak
(bd. Yoh 17:3). Walaupun kedua tujuan ini didukung dalam kitab Yohanes,
isi dari Injil ini pada umumnya mendukung yang kedua sebagai tujuan utama.
Survai
~~~~~~
Injil keempat ini menyajikan bukti-bukti yang terpilih dengan cermat bahwa
Yesus adalah Mesias Israel dan Putra Allah yang menjelma dan bukan anak
angkat. Bukti-bukti yang mendukung termasuk:
(1) tujuh tanda (Yoh 2:1-11; Yoh 4:46-54; Yoh 5:2-18; Yoh 6:1-15;
Yoh 6:16-21; Yoh 9:1-41; Yoh 11:1-46) dan tujuh ajaran (Yoh 3:1-21;
Yoh 4:4-42; Yoh 5:19-47; Yoh 6:22-59; Yoh 7:37-44; Yoh 8:12-30;
Yoh 10:1-21) sebagai penyingkapan Yesus tentang identitas-Nya yang
sebenarnya;
(2) tujuh pernyataan "Aku adalah" (Yoh 6:35; Yoh 8:12; Yoh 10:7; Yoh 10:11;
Yoh 11:25; Yoh 14:6; Yoh 15:1). Dengan pernyataan ini Yesus menyatakan
secara kiasan peranan-Nya dalam penebusan umat manusia.
(3) Kebangkitan tubuh-Nya dari antara orang mati sebagai tanda terakhir dan
puncak pembuktian bahwa Dia memang "Kristus, Anak Allah"
(Yoh 20:31).
Injil Yohanes mempunyai dua bagian besar.
(1) Pasal 1-12 (Yoh 1:1-12:50)yang menyajikan kisah penjelmaan dan
pelayanan umum Yesus. Sekalipun tujuh tanda yang meyakinkan, tujuh
ajaran yang berbobot, dan tujuh pernyataan "Aku adalah" yang
menakjubkan, orang-orang Yahudi menolak Yesus sebagai Mesias mereka.
(2) Setelah ditolak oleh umat perjanjian yang lama yaitu Israel, Yesus
(pasal 13-21; Yoh 13:1-21:25) memusatkan perhatian pada
murid-murid-Nya sebagai inti dari umat perjanjian yang baru (yaitu:
gereja yang didirikan oleh-Nya). Pasal-pasal ini mencantumkan
perjamuan terakhir (pasal 13; Yoh 13:1-20), ajaran terakhir
(pasal 14-16; Yoh 14:1-16:33), dan doa-Nya yang terakhir
(pasal 17; Yoh 17:1-25) untuk murid-murid-Nya dan semua orang
percaya. Kemudian perjanjian baru diresmikan dan ditegakkan oleh
kematian (pasal 18-19; Yoh 18:1-19:42) dan kebangkitan-Nya
(pasal 20-21; Yoh 20:1-21:25).