Yoel

Ciri-ciri Khas
(Pendahuluan/Pengantar)
Fungsi: (JJ), (++), (+), (-), (--), (1), (In).
Versi/Alat: [T], [B], [F], [L], [St], [3], [2] || [J], [R], [To] || (M), (S), (L), ©.
Bagian: Latar Belakang -- Garis Besar -- Tujuan dan Survai -- Ciri-ciri Khas.
Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Lima ciri utama menandai kitab ini.

(1) Kitab ini menjadi salah satu adikarya sastra yang terindah dalam PL.

(2) Kitab ini berisi nubuat PL yang paling terkemuka tentang pencurahan Roh
    Kudus atas seluruh umat manusia pada hari Pentakosta.

(3) Kitab ini mencatat banyak malapetaka nasional -- bencana belalang,
    kekeringan dan kelaparan, kebakaran, serbuan pasukan asing,
    bencana-bencana di langit -- sebagai hukuman Allah atas kemerosotan
    rohani dan moral.

(4) Kitab ini menekankan bahwa Allah kadang-kadang bekerja secara berdaulat
    di dalam sejarah melalui bencana-bencana alam dan serbuan pasukan supaya
    mendatangkan pertobatan, kebangunan rohani dan penebusan.

(5) Kitab ini memperagakan seorang pengkhotbah kenabian yang, karena
    hubungannya dekat dengan Allah dan keunggulan rohani, dapat memanggil
    umat Allah secara meyakinkan untuk bertobat sebagai bangsa pada masa
    krisis dalam sejarah mereka dan menghasilkan hal-hal positif melalui
    pertobatan itu.

Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Beberapa ayat kitab Yoel sangat menyumbang kepada berita PB.

(1) Nubuat tentang kedatangan Roh Kudus (Yoel 2:28-32) secara khusus
    dikutip Petrus dalam khotbahnya pada hari Pentakosta (Kis 2:16-21),
    setelah Roh Kudus turun dari sorga dengan kuasa atas 120 anggota gereja
    mula-mula dengan manifestasi-manifestasi rohani berupa berbicara dalam
    bahasa roh, bernubuat, dan memuji Allah (Kis 2:4,6-8,11,17-18).

(2) Lagi pula, ajakan Petrus kepada banyak orang yang berkumpul pada
    hari raya Yahudi itu mengenai perlunya berseru kepada nama Tuhan dan
    menerima keselamatan telah diilhami (sebagian) oleh apa yang dikatakan
    Yoel (Yoel 2:32; Yoel 3:14, lih. Kis 2:21,37-41); Paulus juga
    mengutip ayat yang sama dari Yoel (lih Rom 10:13).

(3) Tanda-tanda apokaliptis di langit yang dinubuatkan Yoel akan terjadi
    pada akhir zaman (Yoel 2:30-31) bukan saja dikutip oleh Petrus
    (Kis 2:19-20) tetapi juga diacu oleh Yesus (mis. Mat 24:29)
    dan Yohanes di Patmos (Wahy 6:12-14).

(4) Akhirnya, nubuat Yoel tentang penghakiman Allah atas bangsa-bangsa di
    Lembah Yosafat (Yoel 3:2,12-14) dikembangkan lebih jauh dalam kitab
    terakhir di Alkitab (Wahy 14:18-20; Wahy 16:12-16; Wahy 19:19-21;
    Wahy 20:7-9).

Ada unsur masa kini dan masa depan dalam semua penerapan kitab Yoel oleh
PB ini. Karunia-karunia Roh yang mulai mengalir melalui umat Allah pada
hari Pentakosta masih tersedia bagi orang percaya hari ini (bd.
1Kor 12:1-14:40). Demikian pula, ayat-ayat yang langsung mendahului
nubuat Yoel tentang Roh Kudus (yaitu gambaran masa menuai dari hujan musim
gugur dan musim semi, Yoel 2:23-27) dan ayat-ayat setelah itu (yaitu
tanda-tanda di langit pada akhir zaman, Yoel 2:30-32) menunjukkan bahwa
nubuat tentang pencurahan Roh Kudus (Yoel 2:28-29) mencakup bukan hanya
hujan awal Roh Kudus pada hari Pentakosta, tetapi juga pencurahan akhir
Roh Kudus atas seluruh umat manusia pada akhir zaman.
Nomor Topik = "08120" | Untuk Indeks Topik (Kitab)
Untuk Selanjutnya | Ke Atas | Untuk Indeks Buku Alkitab (c).