Yoel | Tujuan dan Survai (Pendahuluan/Pengantar) |
Tujuan
~~~~~~
Yoel berkhotbah dan menulis karena dua bencana alam yang baru terjadi serta
kemungkinan adanya serbuan pasukan asing ke Yehuda tidak lama lagi.
Tujuannya itu lipat tiga:
(1) untuk mengumpulkan umat itu di hadapan Tuhan dalam suatu perkumpulan
raya yang kudus (Yoel 1:14; Yoel 2:15-16);
(2) untuk menasihati mereka agar bertobat dan dengan rendah hati kembali
kepada Tuhan Allah dengan berpuasa, menangis, berkabung, dan bersyafaat
memohon kemurahan Allah (Yoel 2:12-17); dan
(3) untuk mencatat firman nubuat Allah kepada umat-Nya pada saat mereka
sungguh-sungguh bertobat (Yoel 2:18-3:21).
Survai
~~~~~~
Isi kitab ini terbagi atas tiga bagian.
(1) Bagian satu (Yoel 1:2-20) menggambarkan kehancuran Yehuda ketika
pasukan belalang yang besar melahap daun-daunan dari kebun anggur,
pohon, dan ladang mereka (Yoel 1:7,10), dengan demikian
mendatangkan kesengsaraan besar atas umat itu. Di tengah malapetaka itu,
nabi Yoel meminta para pemimpin rohani Yehuda untuk memimpin bangsa itu
kepada pertobatan nasional (Yoel 1:13-14).
(2) Bagian dua (Yoel 2:1-17) mencatat dekatnya hukuman Allah yang bahkan
lebih besar lagi dari utara (Yoel 1:1-11), baik dalam bentuk
(a) bencana belalang lain yang secara kiasan dilukiskan sebagai pasukan
perusak, atau
(b) serbuan sebuah pasukan asing yang sungguh. Sekali lagi sang nabi
mencanangkan tanda bahaya rohani di Sion (Yoel 2:1,15),
memanggil perkumpulan raya yang kudus di mana para imam dan seluruh
bangsa itu dengan sungguh-sungguh akan mencari kemurahan Allah di
dalam pertobatan, puasa, syafaat dan kehancuran yang ikhlas di
hadapan-Nya (Yoel 2:12-17).
(3) Bagian terakhir (Yoel 2:18-3:21) diawali dengan pernyataan bahwa
Allah mengasihani umat-Nya ketika melihat pertobatan mereka yang
sungguh-sungguh (kata kerja Ibrani dalam Yoel 2:18-19 menunjuk
tindakan yang sudah dikerjakan).
Pertobatan Yehuda yang rendah hati dan kemurahan Allah yang besar menjadi
alasan bagi nubuat-nubuat Yoel tentang masa depan, yang mencakup
janji-janji pemulihan (Yoel 2:19-27), pencurahan Roh Kudus atas
seluruh umat manusia (Yoel 2:28-31) dan hukuman dan keselamatan Allah
pada akhir zaman (Yoel 3:1-21).