Yeremia

Tujuan dan Survai
(Pendahuluan/Pengantar)
Fungsi: (JJ), (++), (+), (-), (--), (1), (In).
Versi/Alat: [T], [B], [F], [L], [St], [3], [2] || [J], [R], [To] || (M), (S), (L), ©.
Bagian: Latar Belakang -- Garis Besar -- Tujuan dan Survai -- Ciri-ciri Khas.
Tujuan
~~~~~~
Kitab ini ditulis

(1) untuk menyediakan suatu catatan abadi dari pelayanan dan berita nubuat
    Yeremia,

(2) untuk menyatakan hukuman Allah yang pasti jadi dan tidak terelakkan
    ketika umat-Nya melanggar perjanjian dan bersikeras dalam pemberontakan
    terhadap Allah dan firman-Nya, dan

(3) untuk menunjukkan keaslian dan kekuasaan firman nubuat. Banyak nubuat
    Yeremia tergenapi pada zamannya sendiri (mis. Yer 16:9; Yer 20:4;
    Yer 25:1-14; Yer 27:19-22; Yer 28:15-17; Yer 32:10-13; Yer 34:1-5);
    nubuat lainnya yang meliputi masa depan yang amat jauh digenapi kemudian
    atau masih belum digenapi (mis. Yer 23:5-6; Yer 30:8-9; Yer 31:31-34;
    Yer 33:14-16).

Survai
~~~~~~
Kitab ini pada dasarnya merupakan kumpulan nubuat-nubuat Yeremia,
yang terutama dialamatkan kepada Yehuda (pasal 2-29; Yer 2:1-29:32),
tetapi juga kepada sembilan bangsa asing lainnya (pasal 46-51;
Yer 46:1-51:64); nubuat-nubuat ini terutama dipusatkan pada
hukuman, walaupun ada beberapa yang membahas pemulihan (lih. khususnya
pasal 30-33; Yer 30:1-33:26).  Nubuat-nubuat ini tidak secara teliti
disusun menurut kronologi atau tema, sekalipun kitab ini menyajikan
susunan menyeluruh sebagaimana yang tampak dalam Garis Besar di atas.
Sebagian kitab ini ditulis dalam bentuk syair, sedangkan bagian lainnya
dalam bentuk prosa atau cerita. Berita nubuatnnya terjalin dengan aneka
kilasan sejarah dari

(1) kehidupan pribadi dan pelayanan sang nabi (mis. pasal 1; Yer 1:1-19;
    Yer 34:1-38:28; Yer 40:1-45:5),

(2) sejarah Yehuda terutama selama masa Raja Yosia
    (pasal 1-6; Yer 1:1-6:30), Yoyakim (pasal 7-20; Yer 7:1-20:18),
    dan Zedekia (pasal 21-25, 34; Yer 21:1-25:38; Yer 34:1-22), termasuk
    runtuhnya Yerusalem (pasal 39; Yer 39:1-18), dan

(3) aneka peristiwa internasional yang melibatkan Babel dan bangsa-bangsa
    lainnya (pasal 25-29, 46-52; Yer 25:1-29:32; Yer 46:1-52:34).

Seperti Yehezkiel, Yeremia memakai berbagai tindakan yang bersifat
perumpamaan dan lambang untuk mengilustrasikan berita nubuatnya dengan lebih
jelas: mis. ikat pinggang yang lapuk (Yer 13:1-14), musim kering
(Yer 14:1-9), larangan oleh Allah untuk menikah dan mempunyai anak
(Yer 16:1-9), penjunan dan tanah liat (Yer 18:1-11), buli-buli
yang dihancurkan penjunan (Yer 19:1-13), dua keranjang buah ara
(Yer 24:1-10), kuk di pundaknya (Yer 27:1-11), pembelian ladang di
kota kelahirannya (Yer 32:6-15), dan batu-batu besar yang disembunyikan
dalam pelataran istana Firaun (Yer 43:8-13). Pemahaman Yeremia yang
jelas akan panggilannya sebagai nabi (Yer 1:17), seiring dengan penegasan
Allah yang berulang-ulang (mis. Yer 3:12; Yer 7:2,27-28; Yer 11:2,6;
Yer 13:12-13; Yer 17:19-20), memungkinkan dia untuk memberitakan nubuatnya
dengan tegas dan setia kepada Yehuda kendatipun tanggapan yang terus
diterimanya adalah permusuhan, penolakan, dan penganiayaan (mis.
Yer 15:20-21).  Setelah kebinasaan Yerusalem, Yeremia dipaksa pergi
ke Mesir di mana ia tetap bernubuat sampai kematiannya (pasal 43-44;
Yer 43:1-44:30).
Nomor Topik = "08099" | Untuk Indeks Topik (Kitab)
Untuk Selanjutnya | Ke Atas | Untuk Indeks Buku Alkitab (c).