Pengkhotbah

Ciri-ciri Khas
(Pendahuluan/Pengantar)
Fungsi: (JJ), (++), (+), (-), (--), (1), (In).
Versi/Alat: [T], [B], [F], [L], [St], [3], [2] || [J], [R], [To] || (M), (S), (L), ©.
Bagian: Latar Belakang -- Garis Besar -- Tujuan dan Survai -- Ciri-ciri Khas.
Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Lima ciri utama menandai kitab ini.

(1) Kitab ini sifatnya sangat pribadi, penulis sering kali memakai kata
    ganti "aku" sepanjang sepuluh pasal pertama.

(2) Melalui sikap pesimisme penulis, kitab ini menyatakan bahwa hidup yang
    terpisah dari Allah itu tidak menentu dan penuh dengan kesia-siaan
    (istilah "sia-sia" terdapat 37 kali dalam kitab ini). Dengan sinis
    Salomo mengamati pelbagai paradoks dan kebingungan dalam hidup ini
    (lih. mis. Pengkh 2:23 dan Pengkh 2:24; Pengkh 8:12 dan
    Pengkh 8:13; Pengkh 7:3 dan Pengkh 8:15).

(3) Inti nasihat Salomo di dalam kitab ini terdapat di dalam dua ayat
    terakhir, "Takutlah akan Allah dan berpeganglah pada
    perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang"
    (Pengkh 12:13-14).

(4) Gaya penulisan kitab ini terputus-putus; kosakata dan susunan kalimatnya
    termasuk bahasa Ibrani yang paling sulit dalam PL dan tidak mudah untuk
    menggolongkannya dalam masa sastra Ibrani tertentu.

(5) Kitab ini berisi alegori yang paling indah dalam Alkitab mengenai
    seorang yang makin tua (Pengkh 12:2-7).

Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sekalipun hanya satu bagian Pengkhotbah yang kelihatan dikutip dalam PB
(Pengkh 7:20 dalam Rom 3:10, mengenai universalitas dosa), namun
tampaknya ada beberapa rujukan yang tak langsung: Pengkh 3:17; Pengkh 11:9;
Pengkh 12:14, dalam Mat 16:27; Rom 2:6-8; 2Kor 5:10; 2Tes 1:6-7;
dan Pengkh 5:14 dalam 1Tim 6:7.  Kesimpulan penulis tentang
kesia-siaan mencari harta duniawi diulang oleh Yesus ketika Ia mengatakan

(1) bahwa kita hendaknya jangan mengumpulkan harta di dunia ini
    (Mat 6:19-21,24), dan

(2) bahwa tidak ada gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi
    kehilangan nyawanya (Mat 16:26).

Tema kitab ini, yaitu hidup tanpa Allah adalah sia-sia dan tanpa arti,
mempersiapkan panggung untuk berita kasih karunia PB: sukacita,
keselamatan, dan hidup kekal hanya diterima sebagai karunia dari
Allah (bd. Yoh 10:10; Rom 6:23).

Dengan berbagai cara, kitab ini mempersiapkan jalan untuk penyataan PB
dengan cara terbalik. Acuan yang sering kepada kesia-siaan hidup dan
kepastian kematian mempersiapkan pembacanya untuk jawaban Allah terhadap
kematian dan penghukuman yaitu, hidup kekal melalui Yesus Kristus.  Karena
orang PL yang paling bijaksana tidak sanggup menemukan jawaban yang
memuaskan bagi aneka persoalan hidup melalui pencarian kesenangan yang
mementingkan diri, kekayaan, dan pengumpulan pengetahuan, kita harus mencari
jawaban tersebut di dalam Dia yang oleh PB disebut "lebih daripada Salomo"
(Mat 12:42), yaitu Yesus Kristus sebab di dalam-Nya "tersembunyi segala
harta hikmat dan pengetahuan" (Kol 2:3).
Nomor Topik = "08088" | Untuk Indeks Topik (Kitab)
Untuk Selanjutnya | Ke Atas | Untuk Indeks Buku Alkitab (c).