Mikha | Ciri-ciri Khas (Pendahuluan/Pengantar) |
Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Lima ciri utama menandai kitab Mikha.
(1) Kitab ini memperjuangkan kepentingan para petani sederhana yang
menghadapi pemerasan oleh golongan kaya yang angkuh, mirip dengan
berita Yakobus dalam PB (bd. Mi 6:6-8 dan Yak 1:27); dalam
hubungan ini, Mikha memberikan nasihat yang paling mengesankan tentang
tuntutan Tuhan bagi umat-Nya, "berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan
hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu" (Mi 6:8).
(2) Sebagian bahasa Mikha itu tegas dan terus terang; lain kali berupa syair
yang mengesankan dengan permainan kata yang halus sekali
(seperti Mi 1:10-15).
(3) Seperti nabi Yesaya (bd. Yes 48:16; Yes 59:21), Mikha mengungkapkan
kesadaran yang tajam akan panggilan Allah dan pengurapannya oleh Roh
Kudus, "Aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh Tuhan, dengan keadilan
dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub pelanggarannya dan
kepada Israel dosanya" (Mi 3:8).
(4) Kitab ini berisi salah satu ungkapan terindah dalam Alkitab tentang
kasih sayang dan kasih karunia pengampunan Allah (Mi 7:18-20).
(5) Kitab ini berisi tiga nubuat penting yang dikutip di bagian Alkitab
lainnya: satu yang menyelamatkan hidup Yeremia (Mi 3:12; Yer 26:18),
satu tentang tempat kelahiran Mesias (Mi 5:1; Mat 2:5-6), dan satu
yang dikutip Yesus sendiri (Mi 7:6; Mat 10:35-36).
Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Seperti nabi PL lainnya, Mikha melihat melampaui hukuman Allah atas Israel
dan Yehuda sampai kedatangan Mesias dan pemerintahan-Nya yang adil di bumi.
Tujuh ratus tahun sebelum penjelmaan Kristus, Mikha bernubuat bahwa Ia akan
lahir di Betlehem (Mi 5:1). Mat 2:4-6 mencatat bahwa para imam dan
ahli Taurat mengutip ayat ini sebagai jawaban untuk pertanyaan Herodes
mengenai tempat lahirnya Mesias. Mikha juga menyatakan bahwa kerajaan Mesias
akan merupakan kerajaan damai (Mi 5:4; bd. Ef 2:14-18), dan bahwa
Mesias akan menggembalakan umat Allah dengan benar (Mi 5:3; bd.
Yoh 10:1-16; Ibr 13:20). Kenyataan bahwa Mikha sering mengacu kepada
penebusan masa depan menunjukkan bahwa keinginan dan rencana Allah yang
abadi bagi umat-Nya adalah penyelamatan bukan hukuman; kebenaran ini
dikembangkan lagi dalam PB (mis. Yoh 3:16).