Mikha | Tujuan dan Survai (Pendahuluan/Pengantar) |
Tujuan
~~~~~~
Mikha menulis untuk memperingatkan bangsanya akan kepastian hukuman ilahi,
menyebut dosa-dosa yang membangkitkan kemarahan Allah dan meringkas firman
nubuat Allah mengenai Samaria dan Yerusalem (Mi 1:1). Dengan tepat dia
menubuatkan kejatuhan Israel sebelum hal itu terjadi pada tahun 722 SM; ia
bernubuat bahwa kebinasaan yang serupa akan menimpa Yehuda dan Yerusalem
karena dosa dan pemberontakan mereka yang menyolok. Jadi, kitab ini
melestarikan berita nubuat Mikha yang serius bagi angkatan terakhir Yehuda
sebelum orang Babel datang menyerbu bangsa itu. Kitab ini juga memberikan
sumbangan penting kepada seluruh penyataan PL tentang Mesias yang akan
datang.
Survai
~~~~~~
Kitab Mikha terdiri atas berita yang terbagi tiga:
(1) menggugat Israel (Samaria) dan Yehuda (Yerusalem) karena dosa-dosa
khusus termasuk penyembahan berhala, keangkuhan, penindasan orang
miskin, suap-menyuap di antara pemimpin, ketamakan dan keserakahan,
kebejatan, dan agama yang hampa;
(2) mengingatkan bahwa hukuman Allah akan datang karena dosa-dosa ini; dan
(3) menjanjikan bahwa damai sejahtera, kebenaran dan keadilan sejati akan
berlaku di masa depan ketika Mesias memerintah.
Ketiga pokok tersebut diberikan perhatian hampir sama dalam kitab ini.
Dipandang dari segi lainnya, pasal 1-3 (Mi 1:1-3:12) mencatat celaan
Tuhan atas dosa-dosa Israel dan Yehuda, para pemimpin yang korup, dan
malapetaka yang akan datang atas bangsa-bangsa ini dan ibu kota mereka.
Pasal 4-5 (Mi 4:1-5:14) menawarkan harapan dan hiburan bagi kaum sisa
berhubungan dengan hari-hari yang akan datang ketika rumah Allah akan
didirikan dalam damai dan kebenaran, sedangkan penyembahan berhala dan
penindasan akan disingkirkan dari negeri itu. Pasal 6-7 (Mi 6:1-7:20)
menguraikan keluhan Allah terhadap umat-Nya dalam bahasa sebuah sidang
pengadilan besar: Allah mengajukan gugatan terhadap Israel; ini diikuti
dengan pengakuan salah Israel lalu doa dan janji nubuat. Mikha menutup
dengan permainan kata dari arti namanya sendiri, "Siapakah Allah seperti
Engkau?" (Mi 7:18). Jawab: Hanya Dialah yang penuh kasih sayang dan
dapat memberikan keputusan terakhir "diampuni" (Mi 7:18-20).