Kisah

Ciri-ciri Khas
(Pendahuluan/Pengantar)
Fungsi: (JJ), (++), (+), (-), (--), (1), (In).
Versi/Alat: [T], [B], [F], [L], [St], [3], [2] || [J], [R], [To] || (M), (S), (L), ©.
Bagian: Latar Belakang -- Garis Besar -- Tujuan dan Survai -- Ciri-ciri Khas.
Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Sembilan ciri utama menandai surat ini.

(1) Gereja: kitab ini menyatakan sumber kuasa dan sifat sejati dari misi
    gereja, bersama beberapa prinsip yang harus menguasai gereja pada setiap
    angkatan.

(2) Roh Kudus: oknum ketiga dari Trinitas disebut secara khusus lima puluh
    kali; baptisan dalam dan pelayanan Roh Kudus memberikan kuasa ilahi
    (Kis 1:8), keberanian (Kis 4:31), ketakutan yang kudus akan
    Allah (Kis 5:3,5,11), kebijaksanaan (Kis 6:3,10), bimbingan
    (Kis 16:6-10) dan karunia-karunia Roh (Kis 19:6).

(3) Amanat gereja mula-mula: Lukas dengan cermat mencatat khotbah-khotbah
    yang diilhamkan yang disampaikan oleh Petrus, Stefanus, Paulus, Yakobus
    dan orang lain yang memberikan pengetahuan tentang gereja mula-mula yang
    tidak terdapat dalam kitab-kitab PB lainnya.

(4) Doa: Gereja mula-mula mengabdikan diri kepada doa yang tetap dan
    sungguh-sungguh; kadang-kadang sepanjang malam sehingga hasilnya luar
    biasa.

(5) Tanda-tanda, keajaiban-keajaiban dan mukjizat-mukjizat: penyataan ini
    menyertai pekabaran Injil di dalam kuasa Roh Kudus.

(6) Penganiayaan: pekabaran Injil dengan kuasa terus-menerus membangkitkan
    pertentangan dan penganiayaan, baik dari pihak agama maupun yang
    sekular.

(7) Urutan Yahudi -- bukan Yahudi: sepanjang kitab ini Injil pertama-tama
    disampaikan kepada orang Yahudi, baru kepada bangsa-bangsa lainnya.

(8) Wanita: keterlibatan wanita disebutkan secara khusus dalam pelaksanaan
    pelayanan gerejani.

(9) Kemenangan: tembok pemisah (nasional, keagamaan, budaya, atau suku) dan
    pertentangan serta penganiayaan tidak dapat menahan meluasnya Injil.

Prinsip Hermeneutis
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Beberapa penafsir memandang kitab Kisah Para Rasul seolah di bawah suatu
perjanjian PB yang lain daripada melihatnya sebagai patokan Allah bagi
gereja dan kesaksiannya selama seluruh periode yang disebut PB "hari-hari
terakhir" (bd.
                lihat cat. --> \\"Kis 2:17"\\\\).
               [atau ref.      Kis 2:17]
Kisah Para Rasul bukan saja buku sejarah dari gereja mula-mula, melainkan
menjadi buku pedoman bagi kehidupan Kristen dan untuk gereja yang dipenuhi
Roh. Orang percaya seharusnya mendambakan dan menantikan, sebagai norma
atau patokan gereja masa kini, semua unsur pelayanan dan pengalaman gereja
PB (kecuali penulisan PB); semuanya ini dapat dicapai apabila gereja
bergerak dalam kuasa Roh yang penuh. Tidak ada sesuatu dalam Kisah Para
Rasul atau PB yang mengatakan bahwa tanda-tanda, keajaiban-keajaiban,
mukjizat-mukjizat, karunia-karunia rohani atau tolok ukur rasuli bagi
kehidupan dan pelayanan gereja pada umumnya akan berhenti secara mendadak
atau untuk selama-lamanya pada akhir masa para rasul. Kisah Para Rasul
mencatat apa yang seharusnya gereja perbuat di dalam setiap generasi
selama ia melanjutkan pelayanan Yesus dalam kuasa Pentakosta dari Roh
Kudus
               (lihat cat. --> \\"Kis 7:44"\\\\).
               [atau ref.      Kis 7:44]
Nomor Topik = "08180" | Untuk Indeks Topik (Kitab)
Untuk Selanjutnya | Ke Atas | Untuk Indeks Buku Alkitab (c).