Habakuk | Ciri-ciri Khas (Pendahuluan/Pengantar) |
Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Lima ciri utama menandai nubuat Habakuk.
(1) Kitab ini tidak bernubuat kepada Yehuda yang murtad, melainkan
mencatat dari buku harian pribadi sang nabi percakapan-percakapannya
dengan Allah dan penyataan nubuat yang mengikutinya.
(2) Kitab ini berisi paling sedikit tiga bentuk bahasa sastra yang
berbeda: "percakapan" di antara sang nabi dengan Allah
(Hab 1:2-2:5), ucapan nubuat "celaka" yang klasik (Hab 2:6-20)
dan suatu nyanyian nubuat (pasal 3; Hab 3:1-19) -- semuanya dengan
gaya penulisan yang penuh semangat dan metafora yang jelas.
(3) Sang nabi menunjukkan tiga ciri khas di tengah-tengah zaman
kesengsaraan itu: pertanyaan secara jujur kepada Tuhan
(pasal 1; Hab 1:1-17), iman yang kokoh (Hab 2:4; Hab 3:18-19), dan
perhatian untuk kebangunan rohani (Hab 3:2).
(4) Penglihatan sang nabi akan Allah dalam pasal 3 (Hab 3:1-19) termasuk
yang paling megah dalam Alkitab, mengingatkan kita akan penampilan
Tuhan kepada bangsa Israel di Gunung Sinai; bagian-bagian lain yang
mengesankan dari Habakuk adalah (Hab 1:5; Hab 2:3-4,20; Hab 3:2,17-19).
(5) Tidak ada seorang nabi PL-pun yang lebih fasih mengenai soal iman
daripada Habakuk -- bukan hanya melalui pernyataannya bahwa "orang
benar akan hidup oleh percayanya" (Hab 2:4), tetapi juga dalam
kesaksian pribadinya (Hab 3:17-19).
Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pernyataan Habakuk bahwa orang benar akan hidup oleh percaya (Hab 2:4)
adalah teks utama PL yang dipakai Paulus dalam teologi pembenarannya
oleh iman; rasul iman itu mengutip ayat ini dalam Rom 1:17 dan
Gal 3:11 (bd. juga Ibr 10:37-38).