Galatia | Tujuan dan Survai (Pendahuluan/Pengantar) |
Tujuan
~~~~~~
Paulus mendengar bahwa beberapa guru Yahudi mengacaukan orang yang baru
dimenangkan olehnya di Galatia dengan memaksa mereka disunatkan dan
menerima kuk Taurat Musa sebagai syarat-syarat yang perlu untuk
diselamatkan dan diterima dalam gereja. Setelah mendengar hal ini,
Paulus menulis surat ini
(1) untuk menegaskan bahwa syarat-syarat yang dituntut hukum, seperti sunat
di bawah perjanjian lama, tidak ada hubungan dengan pekerjaan kasih
karunia Allah dalam Kristus untuk keselamatan di bawah perjanjian yang
baru; dan
(2) menegaskan lagi dengan jelas bahwa kita menerima Roh Kudus dan hidup
rohani oleh iman kepada Tuhan Yesus Kristus, dan bukan oleh ikatan
kepada hukum Taurat PL.
Survai
~~~~~~
Dari isi surat ini, tampaknya para pemimpin Yahudi yang melawan Paulus di
Galatia menyerangnya secara pribadi supaya melemahkan pengaruhnya dalam
gereja-gereja. Mereka menuduh bahwa
(1) Paulus tidak termasuk kelompok rasul-rasul yang asli, dan karena itu
tidak memiliki wibawa rasuli (bd. Gal 1:1,7,12; Gal 2:8-9);
(2) berita yang disampaikannya menyimpang dari Injil yang diberitakan di
Yerusalem (bd. Gal 1:9; Gal 2:2-10); dan
(3) beritanya mengenai kasih karunia akan mengakibatkan ketidakpatuhan
kepada hukum (bd. Gal 5:1,13,16,19-21).
Paulus langsung menanggapi ketiga tuduhan itu.
(1) Dengan penuh semangat ia membela kekuasaannya sebagai rasul Yesus
Kristus, wibawa yang diterimanya langsung dari Allah dan disahkan oleh
Yakobus, Petrus, dan Yohanes (pasal 1-2; Gal 1:1-2:21).
(2) Dia dengan penuh gairah mempertahankan Injil keselamatan yang terjadi
karena kasih karunia oleh iman kepada Kristus
(pasal 3-4; Gal 3:1-4:31).
(3) Akhirnya, Paulus dengan sungguh-sungguh menyatakan bahwa Injil Yesus
Kristus yang sejati meliputi kebebasan dari perhambaan legalisme Yahudi
pada satu sisi dan kebebasan dari dosa dan tindakan tabiat berdosa pada
sisi yang lain. Kebebasan Kristen yang sejati meliputi hidup oleh Roh
dan menggenapi hukum Kristus (pasal 5-6; Gal 5:1-6:18).
Surat ini berisi suatu sketsa watak orang-orang percaya Yahudi yang
menentang Paulus di Galatia, Antiokhia, dan Yerusalem (Kis 15:1-2,5),
dan di semua wilayah yang dilayaninya. Paulus melukiskan mereka sebagai
pengacau dan pemutar balik (Gal 1:7), penghalang (Gal 5:7), dan
orang yang suka menonjolkan diri secara lahiriah dan berusaha untuk mengelak
penganiayaan karena penghinaan salib Kristus (Gal 6:12). Secara tidak
langsung Paulus menggambarkan mereka sebagai orang yang ingin menyenangkan
manusia (Gal 1:10), saudara-saudara palsu (Gal 2:4),
saudara-saudara yang bersunat (Gal 2:12), dan manipulator
(Gal 3:1).