Filipi | Tujuan dan Survai (Pendahuluan/Pengantar) |
Tujuan
~~~~~~
Dari penjara (Fili 1:7,13-14), kemungkinan besar di Roma
(Kis 28:16-31), Paulus menulis surat ini kepada orang percaya di
Filipi untuk berterima kasih kepada mereka atas pemberian banyak yang
baru-baru ini mereka kirim kepadanya dengan perantaraan Epafroditus
(Fili 4:14-19) dan untuk memberi kabar tentang keadaannya yang
sekarang. Lagi pula, Paulus menulis untuk meyakinkan jemaat tentang
keberhasilan maksud Allah dalam hukuman penjaranya (Fili 1:12-30),
menenangkan jemaat bahwa utusan mereka (Epafroditus) telah menunaikan
tugasnya dengan setia dan tidak kembali kepada mereka sebelum waktunya
(Fili 2:25-30), dan untuk mendorong mereka untuk maju agar mengenal
Tuhan dalam persatuan, kerendahan hati, persekutuan, dan damai sejahtera.
Survai
~~~~~~
Surat Filipi tidak ditulis terutama untuk menyelesaikan berbagai persoalan
dan pertentangan dalam gereja seperti banyak surat Paulus yang lain. Nada
utama surat ini ialah kasih sayang yang hangat dan penghargaan terhadap
jemaat itu. Dari salamnya (Fili 1:1) sampai ke doa berkat
(Fili 4:23), surat ini memusatkan perhatian pada Kristus Yesus
sebagai tujuan hidup dan pengharapan orang percaya akan hidup kekal.
Dalam surat ini, Paulus memang berbicara mengenai tiga masalah kecil di
Filipi:
(1) _Keputusasaan_ mereka karena masa hukumannya yang begitu lama
(Fili 1:12-26);
(2) benih-benih _perpecahan_ di antara dua orang wanita di dalam gereja
(Fili 4:2; bd. Fili 2:2-4); dan
(3) ancaman _ketidaksetiaan_ yang selalu ada dalam gereja oleh karena para
penganut agama Yahudi dan orang-orang yang berpikiran duniawi
(pasal 3; Fili 3:1-16).
Karena ketiga masalah yang potensial ini, kita mempunyai ajaran Paulus
yang paling kaya mengenai
(1) sukacita di tengah-tengah segala keadaan hidup
(mis. Fili 1:4,12; Fili 2:17-18; Fili 4:4,11-13),
(2) kerendahan hati dan pelayanan Kristen (Fili 2:1-18), dan
(3) nilai pengenalan akan Kristus yang melebihi segala sesuatu
(pasal 3; Fili 3:1-16).