Ezra | Ciri-ciri Khas (Pendahuluan/Pengantar) |
Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Empat ciri utama menandai kitab ini.
(1) Ezra-Nehemia adalah satu-satunya catatan sejarah dalam Alkitab mengenai
pengembalian orang Yahudia pada masa pascapembuangan di Palestina.
(2) Ciri yang menonjol dari kitab ini ialah bahwa di antara dua bagian
utamanya (pasal 1-6, 7-10; Ezr 1:1-6:22; Ezr 7:1-10:44) terdapat
kesenjangan sejarah sekitar 60 tahun. Seluruh kitab ini meliput
sekitar 80 tahun.
(3) Ezra menunjukkan dengan jelas bagaimana Allah menjaga firman-Nya
sehingga pasti digenapi (bd. Yer 1:12; Yer 29:10); Allah mengarahkan
hati para raja Persia bagaikan mengatur aliran sungai supaya
mengembalikan umat-Nya ke negeri mereka (Ezr 1:1; Ezr 7:11-28; bd.
Ams 21:1);
(4) Tindakan Ezra terhadap para wanita kafir yang tidak percaya yang telah
dinikahi laki-laki Yahudi (termasuk imam-imam) dengan melanggar
perintah-perintah Allah melukiskan dengan nyata bagaimana Allah
(a) menuntut agar umat-Nya hidup terpisah dari dunia kafir, dan
(b) kadang-kadang memakai pembedahan radikal supaya menangani kompromi
yang berbahaya dan rawan di antara umat-Nya. Tindakan Ezra dengan
tegas mengingatkan umat perjanjian akan panggilan utama mereka
untuk menjadi "kerajaan imam dan bangsa yang kudus" (Kel 19:6),
bukan sekedar suatu kesatuan nasional campuran lainnya.
Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kembalinya kaum sisa Yahudi ke negeri mereka dan pembangunan kembali bait
suci menyatakan bahwa Allah senantiasa ingin memulihkan umat-Nya yang
menyeleweng. Jalan-jalan-Nya mencakup bukan saja hukuman karena kemurtadan,
tetapi juga pemulihan dan harapan bagi kaum sisa yang percaya, yang
melaluinya Allah mengarahkan aliran penebusan pada jalan akhirnya. Prinsip
ini dilihat dalam PB, di mana suatu kaum sisa Yahudi yang percaya menerima
Yesus sebagai Tuhan dan Mesias mereka, sedangkan arus utama penebusan
disalurkan kembali dari orang Yahudi yang tidak percaya kepada orang bukan
Yahudi di gereja mula-mula.