Ezra

Tujuan dan Survai
(Pendahuluan/Pengantar)
Fungsi: (JJ), (++), (+), (-), (--), (1), (In).
Versi/Alat: [T], [B], [F], [L], [St], [3], [2] || [J], [R], [To] || (M), (S), (L), ©.
Bagian: Latar Belakang -- Garis Besar -- Tujuan dan Survai -- Ciri-ciri Khas.
Tujuan
~~~~~~
Kitab ini ditulis untuk menunjukkan pemeliharaan dan kesetiaan Allah dalam
memulihkan kaum sisa Yahudi dari pembuangan mereka di Babel

(1) dengan menggerakkan hati tiga raja Persia yang berbeda-beda agar
    membantu umat Allah untuk kembali ke negeri mereka, menetap kembali di
    Yerusalem dan membangun kembali Bait Suci; dan

(2) dengan menyediakan para pemimpin yang saleh dan andal untuk memimpin
    kaum sisa yang kembali dalam suatu kebangunan ibadah, komitmen kepada
    firman Allah, dan pertobatan dari ketidaksetiaan kepada Allah.

Survai
~~~~~~
Ke-10 pasal kitab ini dengan sendirinya terbagi menjadi dua bagian:

(1) Bagian pertama (pasal 1-6; Ezr 1:1-6:22) mencatat kembalinya
    rombongan pertama orang buangan Yahudi ke Yerusalem dan pembangunan
    kembali Bait Suci;

(2) Bagian kedua (pasal 7-10; Ezr 7:1-10:443) menguraikan kembalinya
    rombongan kedua di bawah Ezra dan pembaharuan rohani yang
    mengikutinya.

(1) Bagian pertama mulai di mana 2 Tawarikh berakhir -- dengan penahanan
    orang Yahudi dan pengumuman Raja Koresy dari Persia (538 SM) yang
    mengizinkan orang Yahudi kembali ke tanah air mereka (Ezr 1:1-11);
    pasal 2; Ezr 2:1-70 mencatat nama orang-orang yang ikut rombongan
    pertama. Pentinglah bahwa hanya sekitar 50.000 orang Yahudi di antara
    sejuta atau lebih yang terbuang berada dalam rombongan pertama yang
    kembali (Ezr 1:5; Ezr 2:64-65). Dalam pasal 3 (Ezr 3:1-13),
    Zerubabel (seorang keturunan Daud) dan Yesua (sang imam besar)
    mengerahkan umat itu untuk memulai pembangunan kembali Bait Suci yang
    rusak. Musuh-musuh yang lihai dari Yehuda mempergunakan sarana-sarana
    politik untuk menghentikan proyek ini selama beberapa waktu (pasal 4;
    Ezr 4:1-24), tetapi akhirnya pekerjaan dimulaikan kembali dan Bait
    Suci diselesaikan pada tahun 516 SM (pasal 5-6; Ezr 5:1-6:22).

(2) Kesenjangan selama 60 tahun memisahkan pasal 6 (Ezr 6:1-22) dengan
    pasal 7 (Ezr 7:1-36). Selama itu Ester berkuasa sebagai ratu di
    Persia dengan Ahasyweros I. Ester menjadi ratu sekitar 478 SM
    (Lihat "PENDAHULUAN ESTER" 08069).
    Pasal 7-8 (Ezr 7:1-8:36) mencatat berbagai peristiwa sekitar 20
    tahun kemudian ketika rombongan yang lebih kecil kembali dari Persia
    ke Yerusalem di bawah pimpinan Ezra. Sedangkan rombongan pertama
    berhasil membangun kembali rumah Allah, Ezra berusaha memulihkan
    Hukum Allah di dalam hati umat itu (bd. Neh 8:1-8). Ezra menjumpai
    kemerosotan rohani dan moral yang luas antara kaum pria Yehuda, yang
    tampak dari nikah campur dengan wanita kafir. Dengan kesedihan yang
    mendalam, Ezra mengakui dosa-dosa mereka kepada Allah dan mengadakan
    syafaat demi mereka (pasal 9; Ezr 9:1-15). Kitab ini berakhir
    dengan peristiwa Ezra memimpin para pria dalam pertobatan di depan
    umum dan pembatalan ikatan pernikahan dengan wanita kafir
    (pasal 10; Ezr 10:1-44).
Nomor Topik = "08063" | Untuk Indeks Topik (Kitab)
Untuk Selanjutnya | Ke Atas | Untuk Indeks Buku Alkitab (c).