Ester | Tujuan dan Survai (Pendahuluan/Pengantar) |
Tujuan
~~~~~~
Kitab ini mempunyai maksud ganda.
(1) Itu ditulis untuk menunjukkan bagaimana orang Yahudi dilindungi dan
diselamatkan dari ancaman pemusnahan oleh campur tangan Allah melalui
Ratu Ester. Sekalipun nama Allah tidak disebutkan secara khusus, bukti
pemeliharaan-Nya jelas sepanjang kitab ini.
(2) Kitab ini juga ditulis untuk memberikan catatan dan latar belakang
sejarah dari Hari Raya Purim orang Yahudi (Est 3:6-7; Est 9:26-28), dan
dengan demikian mempertahankan ingatan akan pelepasan yang luar biasa
orang Yahudi di Persia (bd. hari raya Paskah dan pelepasan luar biasa
Israel dari Mesir) untuk generasi-generasi yang akan datang. Kitab ini
juga menguraikan kewajiban untuk merayakan Purim setiap tahun
(Est 9:24,28-32).
Survai
~~~~~~
Kitab Ester menyajikan suatu penelitian watak dari lima tokoh utama yang
terlibat dalam kisah ini:
(1) Ahasyweros, raja Persia;
(2) Haman, perdana menterinya;
(3) Wasti, ratu sebelum Ester;
(4) Ester, gadis Yahudi cantik yang menjadi ratu; dan
(5) Mordekhai, saudara sepupu Ester yang benar dan yang telah mengadopsi
dan membesarkan dia sebagai putrinya sendiri.
Tentu saja, Ester adalah pahlawan wanita kisah ini, Haman penjahatnya,
sedangkan Mordekhai menjadi pahlawan, yang sebagai sasaran utama
kebencian Haman, pada akhirnya dibenarkan dan ditinggikan. Oknum
penting di belakang semua peristiwa ini ialah Mordekhai karena dia
mempengaruhi dan memberikan nasihat yang benar kepada Ratu Ester.
Pemeliharaan Allah tampak di seluruh kitab ini. Hal ini kelihatan pertama
kali dalam pemilihan seorang perawan cantik bernama _Hadasa_ (nama Ibrani)
atau _Ester_ (Persia, Yunani) untuk menjadi Ratu Persia pada saat yang
kritis dalam sejarah Yahudi (pasal 1-2, 4; Est 1:1-2:23; Est 4:4).
Pemeliharaan Allah tampak lagi ketika Mordekhai, saudara sepupu Ester
yang membesarkan dia sebagai putrinya (Est 2:7), mendengar suatu
komplotan untuk membunuh raja, menyingkapkan hal itu, menyelamatkan hidup
raja dan perbuatannya dicatat dalam dokumen kerajaan (Est 2:19-34),
suatu kenyataan yang karena pemeliharaan Allah dijumpai lagi oleh raja
ketika ia tidak bisa tidur (Est 6:1-14).
Kebencian Haman kepada Mordekhai meluas ke semua orang Yahudi. Ia
merancangkan komplotan kejam dan dengan liciknya meyakinkan Raja Ahasyweros
agar mengeluarkan perintah untuk memusnahkan semua orang Yahudi pada tanggal
13 bulan Adar (Est 3:13). Mordekhai mendorong Ester untuk menjadi
penengah bagi umat itu kepada raja. Setelah semua orang Yahudi berpuasa
selama tiga hari, Ester mempertaruhkan nyawanya dengan menghampiri raja
tanpa diundang (pasal 4; Est 4:1-17), mendapat perkenan raja
(Est 5:1-4) dan menyingkapkan komplotan Haman. Setelah itu, raja
menggantung Haman pada tiang gantungan yang disediakan Haman bagi Mordekhai
(Est 7:1-10). Perintah raja yang kedua memungkinkan orang Yahudi
menang atas musuh-musuh mereka (Est 8:1-9:16); kemenangan ini menjadi
kesempatan untuk perayaan besar dan permulaan dari Hari Raya Purim
(Est 9:17-32). Kitab ini kemudian diakhiri dengan suatu catatan
mengenai kemasyhuran Mordekhai (Est 10:1-3).