Daniel | Tujuan dan Survai (Pendahuluan/Pengantar) |
Tujuan
~~~~~~
Ada dua maksud untuk penulisan kitab Daniel:
(1) untuk menenteramkan hati umat perjanjian PL bahwa hukuman pembuangan
mereka di antara bangsa-bangsa kafir tidak akan menjadi nasib tetap
mereka; dan
(2) untuk mewariskan kepada umat Allah sepanjang sejarah berbagai
penglihatan bersifat nubuat tentang kedaulatan Allah atas bangsa-bangsa
dan kemenangan terakhir kerajaan-Nya di bumi.
Kedua maksud ini ditunjukkan sepanjang kitab ini dalam kehidupan Daniel
dan ketiga sahabatnya dan dilukiskan dalam nubuat dan pelayanan
Daniel. Kitab ini menegaskan bahwa janji-janji Allah untuk memelihara
dan mengembalikan umat perjanjian-Nya adalah sama pastinya dengan
kerajaan Mesias yang akan datang yang akan bertahan selama-lamanya.
Survai
~~~~~~
Isi kitab Daniel adalah paduan riwayat hidup, sejarah, dan nubuat. Bentuk
tulisannya ialah sastra apokalips, yang artinya bahwa berita nubuatnya
menyingkapkan penyataan Allah
(1) melalui berbagai penglihatan, mimpi, dan lambang,
(2) untuk memberikan semangat kepada umat Allah pada masa krisis dalam
sejarah, dan
(3) untuk membayangkan pengharapan Israel mengenai kemenangan akhir kerajaan
Allah dan kebenarannya di bumi (Lihat "PENDAHULUAN WAHYU" 08265).
Kitab ini dengan sendirinya terbagi menjadi tiga bagian utama.
(1) Pasal 1 (Dan 1:1-21) ditulis dalam bahasa Ibrani dan memberikan
latar belakang sejarah kitab ini.
(2) Pasal 2-7 (Dan 2:1-7:28), dimulai Dan 2:4, ditulis dalam bahasa
Aram, menggambarkan kebangkitan dan keruntuhan empat kerajaan yang
kuat di dunia yang berturut-turut dan diikuti oleh penetapan Kerajaan
Allah sebagai kerajaan yang kekal (khususnya pasal 2, 7;
Dan 2:1-49; Dan 7:1-28). Pasal-pasal ini menekankan kedaulatan Allah
atas dan campur tangan-Nya dalam hal ihwal manusia dan bangsa-bangsa
dengan menguraikan:
(a) naiknya Daniel hingga kedudukan tinggi di istana Nebukadnezar
(pasal 2; Dan 2:1-49);
(b) seseorang seperti "anak dewa" di dalam perapian yang menyala-nyala
bersama ketiga kawan Daniel (pasal 3; Dan 3:1-30);
(c) kegilaan sementara Nebukadnezar sebagai hukuman Allah
(pasal 4; Dan 4:1-37);
(d) peranan Daniel dalam perjamuan Belsyazar, yang menyatakan akhir
kerajaan Babel (pasal 5; Dan 5:1-30);
(e) pembebasan ajaib Daniel dari gua singa (pasal 6; Dan 6:1-29);
dan
(f) penglihatan mengenai empat kerajaan dunia berturut-turut yang
dihakimi oleh "Yang Lanjut Usia" (pasal 7; Dan 7:1-28).
(3) Dalam pasal 8-12 (Dan 8:1-12:13), Daniel kembali menulis dalam
bahasa Ibrani dan menguraikan berbagai penyataan yang luar biasa dan
kunjungan malaikat dari Allah mengenai
(a) umat Yahudi di bawah pemerintahan kafir kelak
(pasal 8-11; Dan 8:1-11:45),
(b) periode "tujuh puluh kali tujuh" sebagai waktu yang ditetapkan
Allah untuk menyelesaikan misi Mesias demi mereka
(pasal 9; Dan 9:1-27), dan
(c) pembebasan akhir mereka dari semua penganiayaan pada akhir zaman
(pasal 12; Dan 12:1-13).
Berita nubuat Daniel ini mencakup dua dimensi:
(1) masa depan yang dekat dan
(2) masa depan yang jauh, sekalipun sering kali keduanya terpadu.
Misalnya, dalam pasal 8,11 (Dan 8:1-27) dan (Dan 11:1-45), Daniel
menubuatkan tentang lambang "antikristus" yaitu Antiokhus IV
Epifanes, yang menajiskan Bait Suci Yerusalem pada tahun 168 SM,
sedangkan ia juga bernubuat tentang antikristus akhir zaman
(Dan 8:23-26; Dan 11:36-45; bd. Wahy 13:1-10). Hal saling
mempengaruhi di antara dua masa depan ini secara umum menandai nubuat
alkitabiah dan secara khusus nubuat Daniel. Allah menyatakan kepada Daniel
bahwa nubuat tentang masa depan yang jauh adalah berita terselubung "sampai
pada akhir zaman" (Dan 12:4,9), ketika pengertian akan diberikan kepada
umat Allah yang di dalam kesucian dan hikmat mencari Dia untuk memperoleh
pengertian sama seperti Daniel (Dan 12:3,10).