Bilangan | Ciri-ciri Khas (Pendahuluan/Pengantar) |
Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Enam ciri utama menandai Bilangan.
(1) Bilangan merupakan "Kitab Pengembaraan di Padang Gurun," yang menyatakan
dengan jelas mengapa Israel tidak segera menduduki tanah perjanjian
setelah meninggalkan Gunung Sinai, tetapi sebaliknya harus mengembara
tanpa tujuan selama 39 tahun lebih.
(2) Bilangan merupakan "Kitab Keluhan," dan berkali-kali mencatat keluhan
ketidakpuasan dan keluhan pahit orang Israel terhadap Allah dan
perlakuan-Nya terhadap mereka.
(3) Kitab ini menunjukkan prinsip bahwa tanpa iman, tidak mungkin kita
berkenan kepada Allah (bd. Ibr 11:6). Sepanjang kitab ini kita dapat
melihat bahwa umat Allah bergerak maju hanya karena mempercayai-Nya
dengan iman yang kokoh, mempercayai janji-janji-Nya dan bersandar
kepada-Nya sebagai sumber hidup dan pengharapan mereka.
(4) Bilangan dengan jelas sekali menyatakan prinsip bahwa jikalau satu
angkatan gagal, Allah akan membangkitkan angkatan lain untuk memenuhi
janji-janji-Nya dan melaksanakan misi-Nya.
(5) Sensus sebelum Kadesy (pasal 1-4; Bil 1:1-4:49) dan sensus
kemudian di dataran Moab sebelum memasuki Kanaan
(pasal 26; Bil 26:1-65) menyatakan bahwa bukan kekuatan yang tidak
memadai dari tentara Israel yang membuat mereka tidak bisa masuk
Kanaan di Kadesy tetapi kekurangan iman dan ketaatan mereka.
(6) Bilangan merupakan "Kitab Disiplin Ilahi," yang menunjukkan bahwa Allah
memang mendisiplin dan menghukum umat-Nya sendiri ketika mereka terus
mengeluh dan tidak percaya (bd. pasal 13-14; Bil 13:1-14:45).
Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Keluhan dan ketidakpercayaan Israel disebutkan sebagai peringatan bagi orang
percaya di bawah perjanjian yang baru (1Kor 10:5-11; Ibr 3:16-4:6).
Hebatnya dosa Bileam (pasal 22-24; Bil 22:1-24:25) dan pemberontakan
Korah (pasal 16; Bil 16:1-50) juga disebutkan (2Pet 2:15-16;
Yud 1:11; Wahy 2:14). Yesus mengacu kepada ular tembaga
(Bil 21:7-9) sebagai ilustrasi dari diri-Nya yang diangkat sehingga
mereka yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup
yang kekal (Yoh 3:14-16); juga Kristus dibandingkan dengan batu
karang di mana orang Israel minum air di padang gurun (1Kor 10:4) dan
dengan manna surgawi yang mereka makan (Yoh 6:31-33).