Ayub | Ciri-ciri Khas (Pendahuluan/Pengantar) |
Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Tujuh ciri utama menandai kitab ini.
(1) Ayub, penduduk Arab utara, seorang bukan Israel yang benar dan takut
akan Allah, mungkin telah hidup sebelum keluarga perjanjian Israel ada
(Ayub 1:1).
(2) Kitab ini menyajikan pembahasan terdalam yang pernah ditulis mengenai
rahasia penderitaan. Sebagai puisi dramatik, drama dalam kitab ini
berisi rasa kesedihan yang mengharukan dan dialog intelektual yang
menggugah perasaan.
(3) Kitab ini menyingkapkan suatu dinamika penting yang beroperasi dalam
setiap ujian berat yang dialami orang saleh: sementara Iblis berusaha
untuk menghancurkan iman orang saleh, Allah bekerja untuk membuktikan
iman itu dan memperdalamnya. Keteguhan Ayub dalam iman yang sejati
memungkinkan maksud Allah menang atas niat Iblis (bd. Yak 5:11).
(4) Kitab ini memberikan sumbangan tak ternilai kepada seluruh penyataan
alkitabiah tentang pokok-pokok penting seperti Allah, umat manusia,
penciptaan, Iblis, dosa, kebenaran, penderitaan, keadilan, pertobatan,
dan iman.
(5) Sebagian besar kitab ini mencatat penilaian teologis yang salah tentang
penderitaan Ayub oleh teman-temannya. Mungkin cara berpikir mereka yang
salah diulang begitu sering dalam kitab ini karena mencerminkan
kesalahan yang umum terdapat antara umat Allah dan yang harus
diperbaiki.
(6) Peranan Iblis sebagai "penuduh" orang benar ditunjukkan dengan lebih
jelas dalam Ayub daripada di kitab PL lainnya. Dari 19 acuan kepada
Iblis dalam PL, 14 kali di antaranya ada dalam kitab ini.
(7) Secara dramatis kitab Ayub mempertunjukkan prinsip alkitabiah bahwa
orang percaya diubah oleh penyataan dan bukan informasi
(Ayub 42:5-6).
Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Penebus yang diakui Ayub (Ayub 19:25-27), perantara yang didambakannya
(Ayub 9:32-33), dan jawaban kepada semua pertanyaan dan keperluan yang
mendalam, semuanya menemui penggenapannya di dalam Yesus Kristus. Yesus
sepenuhnya manunggal dengan penderitaan manusia (bd. Ibr 4:15-16; Ibr 5:8)
sebagai Penebus, perantara, hikmat, penyembuh, terang, dan hidup yang
ditetapkan Allah. Roh nubuat mengenai kedatangan Kristus terungkap paling
jelas dalam Ayub 19:25-27. Ayub dua kali disebutkan dalam PB:
(1) sebagai sebuah kutipan (Ayub 5:13 dalam 1Kor 3:19), dan
(2) sebagai acuan kepada ketabahan Ayub dalam penderitaan dan akibat yang
penuh kemurahan dari tindakan Allah dalam hidupnya (Yak 5:11).
Kitab Ayub melukiskan dengan jelas kebenaran PB bahwa ketika orang
percaya mengalami penganiayaan atau ujian penderitaan yang berat,
mereka harus tetap teguh di dalam iman dan terus mempercayakan diri
mereka kepada Dia yang menghakimi dengan adil, sama seperti yang
dilakukan Yesus ketika Ia menderita (bd. 1Pet 2:23). Ayub 1:6-2:10
merupakan gambaran paling jelas mengenai musuh kita sebagaimana
dinyatakan dalam 1Pet 5:8-9.