Amos | Ciri-ciri Khas (Pendahuluan/Pengantar) |
Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Enam ciri utama menandai kitab Amos.
(1) Kitab ini terutama merupakan seruan kenabian untuk keadilan dan
kebenaran, berdasarkan sifat Allah. Sedangkan hati Hosea hancur oleh
ketidaksetiaan Israel kepada Allah, Amos sangat marah atas pelanggaran
Israel terhadap standar-standar keadilan dan kebenaran Allah bagi
umat-Nya.
(2) Kitab ini secara jelas melukiskan betapa jijiknya agama bagi Allah
ketika dipisahkan dari perilaku yang benar dalam hidup sehari-hari.
(3) Kitab ini bersifat konfrontasi yang tidak tanggung-tanggung dan penuh
semangat. Konfrontasi Amos dengan imam Amazia (Am 7:10-17) merupakan
adegan yang istimewa dalam nubuat Ibrani.
(4) Gaya yang tegas dan penuh semangat mencerminkan kesetiaan sang nabi yang
kuat dan kokoh kepada Allah dan standar-standar kebenaran-Nya bagi umat
perjanjian itu.
(5) Kitab ini menunjukkan kesediaan dan kesiapan Allah memakai orang-orang
yang takut akan Allah, meskipun mereka tidak memiliki mandat kependetaan
yang formal untuk memberitakan amanat-Nya pada zaman profesionalisme
ini.
(6) Kitab ini berisi banyak bagian terkenal, di antaranya ialah:
Am 3:3,7; Am 4:6-12; Am 5:14-15,21-24; Am 6:1; Am 7:8; Am 8:11; Am 9:13.
Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Berita Amos adalah tampak dengan jelas sekali dalam ajaran Yesus dan
kitab Yakobus. Yesus dan Yakobus keduanya menerapkan berita Amos bahwa
ibadah yang sejati kepada Allah bukanlah pelaksanaan formal dari tatacara
agama, tetapi "mendengar" dan "melaksanakan" kehendak Allah, yang
ditunjukkan dengan perlakuan yang adil dan benar terhadap sesama manusia
(mis. Mat 7:15-27; Mat 23:1-39; Yak 2:1-26). Juga, Amos dan Yakobus
menekankan prinsip bahwa "agama yang sejati menuntut perilaku yang benar".
Akhirnya, Yakobus mengutip Am 9:11-12 pada Sidang di Yerusalem (lih.
Kis 15:16-18) dalam hubungan dengan penerimaan orang bukan Yahudi di
dalam gereja.