2Timotius | Ciri-ciri Khas (Pendahuluan/Pengantar) |
Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Lima ciri utama menandai surat ini.
(1) Surat ini berisi perkataan terakhir Paulus yang ditulis sebelum
pelaksanaan hukum mati oleh kaisar Nero di Roma hampir 35 tahun setelah
pertobatannya kepada Kristus di jalan ke Damsyik.
(2) Surat ini berisi pernyataan yang paling terang dalam Alkitab mengenai
pengilhaman dan tujuan ilahi Alkitab (2Tim 3:16-17): Paulus
menekankan bahwa Alkitab harus ditafsirkan dengan cermat oleh
pelayan-pelayan Firman (2Tim 2:15) dan mendorong penyerahan Firman
Allah kepada orang yang dapat dipercayai yang kemudian dapat mengajar
orang lain (2Tim 2:2).
(3) Sepanjang surat ini muncul nasihat-nasihat pendek tetapi tepat misalnya,
"mengobarkan karunia Allah" (2Tim 1:6),
"janganlah malu" (2Tim 1:8),
"menderita bagi Injil-Nya" (2Tim 1:8),
"Peganglah ... ajaran yang sehat" (2Tim 1:13),
"peliharalah harta yang indah" (2Tim 1:14),
"jadilah kuat oleh kasih karunia" (2Tim 2:1),
"ikutlah menderita" (2Tim 2:3),
"memberitakan perkataan kebenaran" (2Tim 2:15),
"hindarilah" (2Tim 2:16),
"jauhilah ... kejarlah" (2Tim 2:22),
berhati-hatilah terhadap kemurtadan yang mendekat (2Tim 3:1-9),
"tetap berpegang kepada kebenaran" (2Tim 3:14),
"beritakanlah Firman" (2Tim 4:2),
"lakukanlah pekerjaan pemberita Injil" (2Tim 4:5),
"tunaikanlah tugas pelayananmu" (2Tim 4:5).
(4) Tema yang berulang-ulang dari banyak nasihatnya adalah untuk berpegang
pada iman (Yesus Kristus dan Injil asli dari rasul-rasul), jagalah iman
itu dari pemutarbalikan dan kerusakan, menentang guru palsu, dan
beritakan Injil yang benar dengan ketekunan yang teguh.
(5) Kesaksian terakhir Paulus adalah suatu contoh yang mengharukan dari
keberanian dan harapan ketika menghadapi mati syahid yang sudah pasti
(2Tim 4:6-8).