2Tawarikh | Ciri-ciri Khas (Pendahuluan/Pengantar) |
Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Empat ciri utama menandai kitab ini.
(1) Cakupan sejarahnya pada hakikatnya sama dengan kerangka waktu dalam
1 dan 2 Raja-Raja.
(2) Fokusnya pada bait suci di Yerusalem sangat mungkin menerangkan
mengapa kitab-kitab Tawarikh dimasukkan dalam bagian kitab bukan
nubuat dalam PL Ibrani, dan dengan demikian terpisah dari Samuel dan
Raja-Raja yang terdapat di bagian nubuat.
(3) Kitab ini menampilkan lima kebangunan rohani nasional, termasuk:
(a) kisah kebangunan rohani yang menakjubkan dalam PL di bawah pimpinan
Hizkia (pasal 29-32; 2Taw 29:1-32:33) dan
(b) kebangunan rohani yang menakjubkan di bawah pimpinan Yosia, ketika
"Kitab Hukum" ditemukan dan dibacakan di hadapan umum, yang
mengakibatkan pembaharuan perjanjian dan perayaan Paskah
(pasal 34-35; 2Taw 34:1-35:19).
(4) Nasihat kunci kitab ini ialah mencari Tuhan; penulis berkali-kali
menekankan pentingnya mencari Tuhan dengan tekun dan dengan segenap hati
(mis. 2Taw 1:6-13; 2Taw 6:14; 2Taw 7:14; 2Taw 12:14; 2Taw 15:1-2,12-15;
2Taw 16:9,12; 2Taw 17:4; 2Taw 19:3; 2Taw 20:3-4,20; 2Taw 31:21;
2Taw 32:20-22; 2Taw 34:26-28).
Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sekalipun kerajaan Daud telah dihancurkan, keturunan Daud tetap hidup dan
menemukan penggenapannya di dalam diri Yesus Kristus (lih. silsilah dalam
Mat 1:1-17 dan Luk 3:23-38). Bait Suci di Yerualem juga mempunyai
makna kenabian yang berkaitan dengan Yesus yang menyatakan, "Di sini ada
yang melebihi Bait Allah" (Mat 12:6). Yesus juga membandingkan
tubuh-Nya dengan bait suci, "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku
akan mendirikannya kembali" (Yoh 2:19). Akhirnya, di Yerusalem baru,
Allah dan Anak Domba akan menggantikan Bait Suci: "Dan aku tidak melihat
Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait
Sucinya, demikian juga Anak Domba itu" (Wahy 21:22).