2Petrus | Tujuan dan Survai (Pendahuluan/Pengantar) |
Tujuan
~~~~~~
Petrus menulis surat ini
(1) untuk menasihati orang percaya agar mereka dengan tekun mengejar
kesalehan dan pengenalan yang benar akan Kristus, dan
(2) untuk membeberkan dan menolak tindakan yang berakal busuk dari para
nabi dan guru palsu di kalangan gereja di Asia Kecil yang sedang
meruntuhkan kebenaran rasuli.
Petrus meringkaskan maksudnya dalam 2Pet 3:17-18 ketika dia menasihati
orang percaya yang sejati
(1) untuk waspada supaya mereka tidak "terseret ke dalam kesesatan
orang-orang yang tak mengenal hukum" (2Pet 3:17), dan
(2) untuk "bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan
Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus" (2Pet 3:18).
Survai
~~~~~~
Surat yang singkat ini sungguh-sungguh mendorong orang percaya agar
mempertahankan kehidupan dan kesalehan melalui pengenalan yang benar akan
Kristus. Pasal pertama menekankan pentingnya pertumbuhan Kristen. Setelah
mulai dengan iman, orang percaya harus dengan tekun mengejar keunggulan
moral, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan
saudara-saudara, dan kasih akan semua orang, yang akan menghasilkan iman
dewasa dan pengenalan yang benar akan Tuhan Yesus (2Pet 1:3-11).
Pasal berikut dengan sungguh-sungguh mengingatkan mereka tentang para nabi
dan guru palsu yang muncul di kalangan gereja. Petrus mengecam guru-guru
palsu itu sebagai orang yang tidak mengenal hukum (2Pet 2:1,3; 2Pet 3:17)
yang menuruti keinginan jahat dari hawa nafsu
(2Pet 2:2,7,10,13-14,18-19), yang serakah (2Pet 2:3,14-15), congkak
(2Pet 2:18) dan keras kepala (2Pet 2:10), dan menghina pemerintahan
Allah (2Pet 2:10-12). Petrus berusaha untuk melindungi orang percaya
sejati terhadap pengajaran sesat yang membinasakan itu (2Pet 2:1) dengan
menyingkapkan maksud dan kelakuan mereka yang jahat.
Dalam pasal 3 (2Pet 3:1-18), Petrus membuktikan salahnya keragu-raguan
guru-guru ini terhadap kedatangan Tuhan (2Pet 3:3-4). Sebagaimana
angkatan Nuh dengan keliru mencemoohkan pikiran tentang hukuman banjir
besar dari Allah, para pencemooh ini juga buta rohani tentang janji-janji
kedatangan Kristus. Tetapi dengan tindakan menentukan yang sama dengan
hukuman air bah tersebut (2Pet 3:5-6), Kristus akan kembali dan
menghanguskan bumi ini dengan api (2Pet 3:7-12) lalu menciptakan
tatanan baru yang benar (2Pet 3:13). Mengingat semuanya ini, orang
percaya harus hidup kudus dan saleh pada zaman ini (2Pet 3:11,14).