1Yohanes | Tujuan dan Survai (Pendahuluan/Pengantar) |
Tujuan
~~~~~~
Maksud Yohanes dalam menulis surat ini adalah dua:
(1) untuk membeberkan dan menyangkal doktrin dan etika yang salah dari para
guru palsu, dan
(2) untuk menasihati anak-anak rohaninya agar mengejar suatu kehidupan
persekutuan yang kudus dengan Allah dalam kebenaran, dalam
sukacita penuh (1Yoh 1:4) dan kepastian (1Yoh 5:13) hidup
kekal, melalui iman yang taat kepada Yesus sebagai Putra Allah
(1Yoh 4:15; 1Yoh 5:3-5,12), dan dengan kehadiran Roh Kudus
(1Yoh 2:20; 1Yoh 4:4,13). Beberapa orang percaya bahwa surat ini juga
ditulis untuk menemani Injil Yohanes.
Survai
~~~~~~
Kepercayaan dan kelakuan dijalin secara erat sekali dalam surat ini. Para
guru palsu, yang oleh Yohanes dinamakan "antikristus" (1Yoh 2:18-22)
sedang meninggalkan ajaran rasuli mengenai Kristus dan kehidupan yang
benar. Seperti surat 2 Petrus dan Yudas, surat ini dengan penuh semangat
menolak dan menghukum guru palsu (mis. 1Yoh 2:18-19,22-23,26; 1Yoh 4:1,3,5)
dengan ajaran dan kelakuan mereka yang merusak.
Dari segi yang positif, surat ini mengemukakan ciri-ciri persekutuan yang
sejati dengan Allah (mis. (1Yoh 1:3-2:2) dan menyatakan lima ujian
khusus bagi orang percaya untuk mengetahui dengan yakin bahwa mereka
mempunyai hidup yang kekal:
(1) ujian kebenaran rasuli mengenai Kristus
(1Yoh 1:1-3; 1Yoh 2:21-23; 1Yoh 4:2-3,15; 1Yoh 5:1,5,10,20);
(2) ujian iman yang taat kepada perintah Kristus (1Yoh 2:3-11; 1Yoh 5:3-4);
(3) ujian hidup yang kudus, yaitu berbalik dari dosa kepada persekutuan
dengan Allah (1Yoh 1:6-9; 1Yoh 2:3-6,15-17,29; 1Yoh 3:1-10; 1Yoh 5:2-3);
(4) ujian kasih akan Allah dan sesama orang percaya
(1Yoh 2:9-11; 1Yoh 3:10-11,14,16-18; 1Yoh 4:7-12,18-21); dan
(5) ujian kesaksian Roh (1Yoh 2:20,27; 1Yoh 4:13; 1Yoh 5:7-12). Yohanes
menyimpulkan bahwa orang dapat mengetahui dengan pasti bahwa mereka
memiliki hidup kekal (1Yoh 5:13) jikalau buah dari kelima bidang
hidup ini nyata dalam hidup mereka.