1Tawarikh

Tujuan dan Survai
(Pendahuluan/Pengantar)
Fungsi: (JJ), (++), (+), (-), (--), (1), (In).
Versi/Alat: [T], [B], [F], [L], [St], [3], [2] || [J], [R], [To] || (M), (S), (L), ©.
Bagian: Latar Belakang -- Garis Besar -- Tujuan dan Survai -- Ciri-ciri Khas.
Tujuan
~~~~~~
Tawarikh ditulis untuk menghubungkan orang-orang Yahudi buangan yang kembali
dengan nenek moyang dan sejarah penebusan mereka. Dengan demikian, Tawarikh
menggarisbawahi tiga pokok;

(1) pentingnya pelestarian warisan kebangsaan dan rohani bagi orang Yahudi;

(2) pentingnya hukum Taurat, bait suci, dan keimaman dalam hubungan mereka
    yang terus-menerus dengan Allah, jauh lebih penting dari kesetiaan
    kepada raja duniawi; dan

(3) pengharapan ultima Israel dalam janji Allah akan seorang Mesias dari
    keturunan Daud untuk duduk di atas takhta selama-lamanya
    (1Taw 17:14).

Survai
~~~~~~
Sekalipun asal-usul dan sudut pandangan 1 dan 2 Tawarikh itu bersifat
pasca-pembuangan, kitab ini berisi pandangan sekilas sejarah PL dari
Adam hingga ketetapan Koresy (sekitar 538 SM), ketika orang Yahudi
diizinkan kembali ke negara mereka dari tempat pembuangan di Babel dan
Persia. 1 Tawarikh disusun sekitar dua pokok pembahasan: sejarah
keturunan Israel (pasal 1-9; 1Taw 1:1-9:44) dan masa pemerintahan
Raja Daud (pasal 10-29; 1Taw 10:1-29:30).

(1) Pasal 1-9 (1Taw 1:1-9:44) menelusuri sejarah penebusan Israel yang
    unik dari Adam hingga Abraham sampai Daud dan pembuangan di Babel.
    Suku Yehuda ditempatkan pertama di antara kedua belas anak Yakub
    karena rumah Daud, bait suci, dan Mesias semuanya berasal dari Yehuda.
    Daftar-daftar keturunan mengungkapkan bagaimana Allah memilih dan
    memelihara suatu kaum sisa untuk diri-Nya sejak awal sejarah manusia
    hingga awal zaman pasca-pembuangan. Perspektif keimaman kitab ini
    jelas karena keluarga imam dan suku Lewi memperoleh perhatian khusus.

(2) Pasal 10-29 (1Taw 10:1-29:30) menceritakan masa pemerintahan Daud.
    Para pahlawan Daud (pasal 11-12; 1Taw 11:1-12:40) dan kemenangan-
    kemenangannya yang luar biasa (pasal 14, 18-20; 1Taw 14:1-17;
    1Taw 18:1-20:8) dipuji. Juga, suku Lewi, para imam, dan pemusik
    pada masa pemerintahannya disoroti (pasal 23-26; 1Taw 23:1-26:32).
    Penulis menekankan bagaimana Daud membawa kembali tabut perjanjian
    dan penetapan Yerusalem sebagai pusat ibadah Israel (pasal 13-16, 22,
    28-29; 1Taw 13:1-16:43; 1Taw 22:1-19; 1Taw 28:1-29:30).

1 Tawarikh berbeda dengan 2 Samuel karena tidak menyebut dosa-dosa Daud
yaitu perzinaan dan pembunuhan serta akibat-akibat tragis yang
mengikutinya. Sebagai gantinya, 1 Tawarikh menyisipkan apa yang tidak
disajikan 2 Samuel:  persiapan Daud yang rajin dan teliti untuk
pembangunan bait suci dan penetapan penyembahan Tuhan Allah. Di bawah
pimpinan Roh Kudus, hal-hal yang tak dicantumkan dan yang ditambahkan
dalam kitab ini direncanakan untuk memenuhi kebutuhan umat Allah
dalam masyarakat pasca-pembuangan.
Nomor Topik = "08055" | Untuk Indeks Topik (Kitab)
Untuk Selanjutnya | Ke Atas | Untuk Indeks Buku Alkitab (c).