1Raja-raja | Tujuan dan Survai (Pendahuluan/Pengantar) |
Tujuan
~~~~~~
1 dan 2 Raja-Raja ditulis untuk memberikan kepada orang Ibrani
dalam pembuangan di Babel suatu penafsiran yang bersifat nubuat tentang
sejarah mereka supaya dapat memahami mengapa bangsa itu terpecah pada
tahun 930 SM, mengapa kerajaan Israel di utara jatuh pada tahun 722 SM,
dan mengapa kerajaan Daud dan Yerusalem jatuh pada tahun 586 SM. Penulis
menekankan bahwa perpecahan kerajaan serta keruntuhan Israel dan Yehuda
adalah akibat langsung yang tidak dapat dielakkan dari penyembahan berhala
dan ketidakbenaran para raja dan bangsa itu secara keseluruhan; mengingat
itu penulis mengevaluasi keberhasilan atau kegagalan setiap raja sesuai
dengan kesetiaan atau ketidaksetiaannya terhadap Allah dan perjanjian. Apa
pun juga keberhasilan politik atau ekonomi yang telah dicapai seorang
raja, ia dinyatakan gagal apabila ia tidak mendukung perjanjian itu.
Pemahaman yang bersifat nubuat ini disajikan agar semua orang buangan
untuk selamanya akan meninggalkan penyembahan berhala, berbalik kepada
Allah, dan menaati perintah-perintah-Nya hingga angkatan-angkatan
selanjutnya.
Survai
~~~~~~
1 Raja-Raja terbagi atas dua bagian utama.
(1) Bagian Pertama menguraikan masa pemerintahan Raja Salomo
(pasal 1-11; 1Raj 1:1-11:43). Pasal-pasal yang pertama menerangkan
situasi ketika Salomo dinobatkan menjadi raja
(pasal 1-2; 1Raj 1:1-2:46) dan permohonannya akan hikmat yang
dengannya ia dapat memerintah bangsa itu (pasal 3; 1Raj 3:1-28).
Tujuh pasal selanjutnya menguraikan perkembangan Salomo sampai
menjadi tokoh dunia dan puncak kemakmuran, kedamaian, kekuasaan, dan
kemuliaan Israel -- semuanya selama 20 tahun pertama dari masa
pemerintahan Salomo. Dalam kurun waktu ini Salomo mendirikan dan
menahbiskan Bait Suci di Yerusalem (pasal 6,8; 1Raj 6:1-38;
1Raj 8:1-66). Pasal 11 (1Raj 11:1-43) menguraikan 20 tahun
kedua pemerintahan Salomo -- tahun-tahun pemuasan menurut suka hatinya,
poligami yang menyolok, penyembahan berhala, dan pengikisan dasar-dasar
bangsa tersebut. Pada saat kematiannya, bibit-bibit perpecahan dan
kemerosotan kerajaan itu telah ditaburkan.
(2) Bagian Kedua menguraikan perpecahan kerajaan di bawah pemerintahan
putra Salomo, Rehabeam, dan masa 80 tahun berikutnya dengan kemunduran
rohani dan politik kedua kerajaan di bawah pemerintahan dinasti
rajanya sendiri-sendiri (pasal 12-22; 1Raj 12:1-22:54).
Tokoh-tokoh utama di bagian kedua ini ialah Raja Rehabeam dari
selatan dan Yerobeam dari kerajaan utara, Raja Ahab dan istrinya yang
jahat Izebel (utara), dan nabi Elia (utara).