1Korintus

Tujuan dan Survai
(Pendahuluan/Pengantar)
Fungsi: (JJ), (++), (+), (-), (--), (1), (In).
Versi/Alat: [T], [B], [F], [L], [St], [3], [2] || [J], [R], [To] || (M), (S), (L), ©.
Bagian: Latar Belakang -- Garis Besar -- Tujuan dan Survai -- Ciri-ciri Khas.
Tujuan
~~~~~~
Paulus memiliki dua alasan pokok dalam pikirannya ketika ia menulis surat
ini:

(1) Untuk membetulkan masalah yang serius dalam jemaat di Korintus yang
    telah diberitahukan kepadanya. Hal-hal ini meliputi pelanggaran yang
    dianggap remeh oleh orang Korintus, tetapi dianggap oleh Paulus sebagai
    dosa serius.

(2) Untuk memberikan bimbingan dan instruksi atas berbagai pertanyaan yang
    telah ditulis oleh orang Korintus. Hal-hal ini meliputi soal doktrin dan
    juga perilaku dan kemurnian sebagai perorangan dan sebagai jemaat.

Survai
~~~~~~
Surat kiriman ini menangani macam persoalan yang dialami oleh gereja
yang para anggotanya tetap hidup "duniawi" (1Kor 3:1-3) dan tidak
secara tegas memisahkan diri dari masyarakat di sekelilingnya yang
menyembah berhala (2Kor 6:17) - masalah seperti sifat memecah belah
(1Kor 1:10-13; 1Kor 11:17-22), toleransi terhadap dosa seperti perzinaan
(1Kor 5:1-13), kebejatan seksual pada umumnya (1Kor 6:12-20),
perkara hukum sekular antara orang Kristen (1Kor 6:1-11), pikiran
manusiawi tentang kebenaran rasuli (pasal 15; 1Kor 15:1-58) dan
perselisihan mengenai "kemerdekaan Kristen" (pasal 8, 10; 1Kor 8:1-13;
1Kor 10:1-33). Paulus juga menasihati orang Korintus tentang perkara
yang berkaitan dengan hal membujang dan perkawinan (pasal 7;
1Kor 7:1-40), ibadah bersama, termasuk Perjamuan Kudus (pasal 11-14;
1Kor 11:1-14:40), dan pengumpulan uang bagi orang-orang kudus di
Yerusalem (1Kor 16:1-4).

Antara berbagai kebenaran yang paling penting dari surat 1 Korintus terdapat
pengajaran Paulus mengenai manifestasi karunia Roh Kudus dalam konteks
ibadah bersama (pasal 12-14; 1Kor 12:1-14:40). Lebih dari lain tempat
dalam PB, pasal-pasal ini memberikan pemahaman terhadap sifat dan
unsur-unsur ibadah dalam gereja mula-mula (bd. 1Kor 14:26-33). Paulus
menunjukkan bahwa maksud Allah bagi gereja meliputi berbagai manifestasi
Roh yang terjadi melalui orang percaya yang setia (1Kor 12:4-10) dan
orang-orang yang dipanggil untuk pelayanan-pelayanan tertentu
(1Kor 12:28-30) -- keanekaragaman dalam kesatuan yang disamakan dengan
banyaknya fungsi dari tubuh manusia (1Kor 12:12-27). Ketika memberikan
pedoman bagi fungsi bersama karunia rohani, Paulus membuat suatu
perbedaan yang penting antara hal membangun pribadi dan hal membangun
segenap anggota (1Kor 14:2-6,12,16-19,26), dengan menegaskan bahwa
semua manifestasi dan karunia yang bersifat umum harus mengalir keluar
dari kasih (pasal 13; 1Kor 13:1-13) dan berada demi pembangunan orang
percaya yang sedang berhimpun (1Kor 12:7; 1Kor 14:4-6,26).
Nomor Topik = "08187" | Untuk Indeks Topik (Kitab)
Untuk Selanjutnya | Ke Atas | Untuk Indeks Buku Alkitab (c).